logo

Nyadhar, Ritual Penghormatan Petambak Garam Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Sumenep – Ratusan warga Pinggir Papas, Kalianget, melakukan nyadhar. Nyadhar adalah ritual yang dilakukan untuk menghormati salah satu tokoh penemu cara pembuatan garam di Sumenep.

Sejak pagi ratusan warga sudah mendatangi areal pesarean (pemakaman) Syekh Anggasuto di Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Syekh Anggasuto dipercaya merupakan orang yang pertama kali menemukan cara pembuatan garam di Sumenep.

Ritual Nyadhar di awali dengan nyekar berlanjut dengan doa besama para sesepuh. Selesai doa, warga secara bersama bisa menyantap makanan yang sudah disiapkan.

“Ini cara kami bersyukur atas adanya garam di madura,” kata salah satu warga, Masduki, Sabtu (5/8/2017).

Nyadhar dilakukan untuk menghormati salah saty tokoh pergaraman di Sumenep
Nyadhar dilakukan untuk menghormati salah saty tokoh pergaraman di Sumenep Foto: Ahmad Rahman

Masduki mengatakan, ritual nyadhar digelar sebanyak tiga kali. Nyadhar pertama dan kedua di gelar ketika memasuki musim penggarapan tambak garam atau memasuki musim kemarau Sementara nyadar ketiga di lakukan terakhir ketika mau masuk pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.

Ritual nyadahar yang di gelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.

“Dengan kegitan seperti ini, kami berharap hasil panen garam makin melimpah dan harga selalu stabil,” kata Masduki

Nyadhar dilakukan di Pesarean Syekh AnggasuthoNyadhar dilakukan di Pesarean Syekh Anggasutho Foto: Ahmad Rahman

(iwd/iwd)

Trackback from your site.

sumenep

This information box about the author only appears if the author has biographical information. Otherwise there is not author box shown. Follow YOOtheme on Twitter or read the blog.

Tinggalkan Balasan


1 + 2 =