logo

Ini Kehidupan dan Potensi Pulau Putri Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Berita Sumenep

warga-desa-tonduk-raas-Foto-Samsul-Arifin PortalMadura.Com, Sumenep – Desa Tonduk Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, disebut sebagai Pulau Putri. Sebab Pulau yang memiliki sekitar 5 ribu jiwa itu dihuni mayoritas perempuan. Kaum prianya pergi berbulan-bulan mencari ikan di laut. Selain bertani, profesi warga setempat bekerja sebagai nelayan. Menangkap ikan di laut tidak hanya pulang dan pergi setiap hari, tapi mereka (kaum laki-laki, red) bisa berada di tengah laut selama 3-6 bulan, utamanya mereka yang menangkap tripang. Anak dan istrinya rela ditinggal demi menyambung hidupnya. “Penamaan Pulau Putri ini karena warga yang tinggal di sini banyak perempuannya. Para suami atau laki-lakinya melaut hingga berbulan-bulan,” kata Kepala Desa Tonduk, Sri Hayati, Sabtu (14/10/2017). Pekerjaan sebagai nelayan yang sampai rela meninggalkan anak istrinya berbulan-bulan itu telah terjadi sejak nenek moyang mereka. Anak dan para perempuan sudah biasa ditinggal suaminya bekerja.
 Perbandingan laki-laki dan perempuan memang lebih banyak perempuan. Dari 5 ribu jiwa itu, sekitar 3 ribu adalah perempuan.
“Mereka mencari ikan bukan di Wilayah Sumenep tapi Sumatera, Kalimantan, bahkan ada yang sampai luar negeri seperti perairan Australia. Makanya mereka tidak pulang setiap hari,” ucapnya. Pulau Putri ini memiliki banyak potensi, diantaranya rumput laut dan produk kerajinan tangan seperti gelang dan kalung yang terbuat dari bahan baku buli. Kerajinan tangan dan tanam rumput laut itu dikerjakan oleh kaum ibu. “Para perempuan yang ada di sini, selain bekerja menanam rumput laut ya membuat kerajinan tangan. Mereka diberi bahan oleh pengusaha yang ada di Bali, kemudian warga di sini mendapatkan upah dari hasil kerajinan tersebut,” paparnya. (Arifin/Putri)

Pembebasan Lahan Bandara di Kepulauan Sumenep Tunggu Penetapan Lokasi Kemenhub

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Bupati-Sumenep- PortalMadura.Com, Sumenep – Pembebasan lahan untuk pembangunan bandara di wilayah kepulauan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih menunggu izin lokasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Pasalnya, hingga saat ini, izin lokasi itu masih belum turun. “Kami tetap berkometmen akan membuat Bandara di kepulauan Kangean. Tapi hingga sekarang izin lokasi belum turun dari Kemenhub, jadi kami belum bisa melakukan pembebasan lahan,” kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Selasa (10/10/2017). Bupati menyampaikan, hasil rapat dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan serta Dinas Pergubungan Provinsi Jawa Timur, pembahasan izin pembangunan bandara di pulau Kangean itu segera dibahas. “Informasinya, pekan depan kementerian akan membahas soal izin lokasi tersebut,” terangnya. Ia menegaskan, kalau penetapan lokasi bandara di Kangean itu selesai tahun ini, maka 2018 pembebasan lahan bisa dilakukan karena anggarannya sudah disediakan.
“Anggaran untuk pembebasan lahan itu telah dianggarkan di APBD 2017 sebesar Rp11 miliar. Sebab, rencana awal pembebasan lahan akan dilakukan pada tahun ini, tapi karena izin penetapan lokasi masih belum turun, akhirnya tidak bisa dilakukan,” paparnya. Pemerintah daerah telah menganggarkan sebesar Rp 8 miliar untuk pembebasan lahan bandara di kepulauan di APBD 2015. Namun anggaran itu hanya terealisasi sekitar Rp1 miliar untuk pembebasan lahan. “Anggaran itu untuk pembebasan lahan seluas 7 hektar dari total kebutuhan luas lahan sekitar 18 hektar. Sedangkan harga tanah permeternya Rp10 ribu,” imbuhnya. Secara keselurunan, lanjutnya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 19,1 miliar. Rincianya, Rp1,1 miliar untuk pembebasan lahan seluas 11 hektare, dan Rp 18 miliar akan digunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas bandara yang lain, seperti pembangunan runway, terminal, lokasi parkir, dan pembangunan ruang tunggu penumpang. “Pada 2016, pemerintah daerah telah menganggarkan kembali sebesar Rp 8 miliar untuk pembebasan lahan. Karena ada kendala anggaran tersebut tidak terserap, dan tahun ini dianggarkan kembali sebesar Rp 11 miliar,” bebernya. (Arifin/Putri).

Buka Seminar Nasional, Wabup Promosikan Wisata Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Alwiyah-dan-Achmad-Fauzi PortalMadura.Com, Sumenep – Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi membuka seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Wiarara (Unija) Sumenep, Kamis (24/8/2017). Dalam sambutannya, selain menyampaikan kondisi Sumenep dan Madura secara umum, Achmad Fauzi juga menyampaikan program besar Sumenep yang sedang digarap yakni potensi wisata. “Saat ini, pemerintah daerah sedang menggarap potensi wisata. Yang salah satunya, bertujuan untuk kesejehteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru,” katanya. Dijelaskan, bahwa kemasan wisata yang sedang digarap, yakni berbasis masyarakat. “Artinya, keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi skala prioritas melalui BUMDes,” terangnya. Untuk memikat pengunjung, Sumenep sudah memiliki Bandara Trunojoyo yang siap melayani rute komersial mulai bulan depan. “Ini potensi yang perlu dimanfaatkan dan mohon masukannya dari semua pihak,” ujarnya. Diakui, untuk mendatangkan investor dan menanamkan investasinya di Sumenep butuh dukungan semua pihak. “Melalui seminar ini, kami butuh ide dan masukan positif,” katanya. Politisi PDI Perjuangan ini menyadari, jika untuk membangun Madura butuh kebersamaan dari semua penentu kebijakan ditingkat kabupaten masing-masing, namun hal itu sulit dilakukan. “Selama ini sulit untuk membangun Madura secara bersama-sama,” katanya.   Padahal, untuk membangun Madura tidak bisa dilakukan secara parsial. Empat kabupaten yang ada, harus bersama-sama membangun dan duduk bersama demi kemajuan Madura secara umum. Pasca pembangunan jembatan Suramadu, diharapkan ada peningkatan kesejehteraan masyarakat Madura. “Faktanya, untuk saat ini adanya Suramadu bagaikan sama dengan tidak adanya,” ucapnya. Seminar nasional yang mengambil tema “Pertumbuhan inklusif di Indonesia tantangan dan harapan” menghadirkan narasumber Dr. Ninasapti Triswati, SE., M.Sc, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Selain para dosen, mahasiswa Unija dan birokrasi yang hadir, juga ikut serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Madura dan Jawa Timur.(Hartono)

Legislator, Sumenep Saatnya Miliki Terminal Kargo

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Anggota-Komisi-III-DPRD-Sumenep-Moh-Ramsi PortalMadura.Com, Sumenep – Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Moh Ramsi menyatakan, Sumenep sudah waktunya memiliki terminal kargo untuk memperlancar arus perekonomian masyarakat. Sebab, keberadaan terminal kargo itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan perkembangan ekonomi masyarakat. “Selain mengurangi kemacetan di sejumlah jalan yang biasa menjadi tempat bongkar muat barang, keberadaan terminal kargo itu juga mempermudah pemindahan barang dari truk besar ke truk kecil atau pick up,” papar Moh Ramzi, Sabtu (26/8/2017). Ia memprediksi, belum adanya terminal kargo itu bisa menghambat kelancaran ekonomi masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah sudah saatnya menganggarkan pembangunan terminal kargo, karena akhir-akhir ini banyak truk pengangkut barang yang datang ke Sumenep. “Ini menandakan bahwa warga Sumenep secara ekonomi sudah mulai meningkat. Artinya banyak warga Sumenep yang memiliki usaha dengan bahan baku yang dikirim dari luar Sumenep. Ini harus disambut baik oleh pemerintah dengan membangun terminal kargo,” ucapnya.
Tidak hanya itu, pada tahun 2018, Pemkab Sumenep mencanangkan program “Visit Sumenep Year 2018”. Untuk mendukung program tersebut diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk menjaga keindahan kota dan kelancaran lalu lintas di kota. “Kalau truk besar dibiarkan bongkar muat di jalan perkotaan dan itu areal terlarang, ini sama halnya dengan mengotori kota,” katanya. Sebelumnya, banyak truk besar dibiarkan melakukan bongkar muat barang di jalan-jalan sempit diperkotaan, akibatnya mengganggu kelancaran lalu lintas. Bahkan tidak jarang terjadi laka lantas seperti yang terjadi di jalan Teuku Umar, Desa Pandian, Kecamatan Kota. Dishub yang memiliki kewenangan dalam mengatur jalan tersebut terkesan cuci tangan dengan alasan tidak adanya terminal kargo dan soal penindakan merupakan kewenangan pihak kepolisian. (Arifin/Putri)

Wabup Apresiasi Terbentuknya IWAPI Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

DPC-IWAPI-Sumenep PortalMadura.Com, Sumenep – Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi mengapresiasi dengan lahirnya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) setempat. “Ini wadah yang baik untuk ikut serta mendorong terciptanya pengusaha dari kalangan wanita. Tentunya, akan berdampak pada sektor lapangan kerja baru,” kata Achmad Fauzi, saat sambutan di pelantikan dan pengukuhan DPC IWAPI Sumenep, Minggu (27/8/2017) di aula Ponpes Aqidah Usmuni, Terate, Pandian, Sumenep. Menurutnya, dengan adanya IWAPI, para pengusaha muda atau yang baru belajar, ada wadah yang menjadi tempat menimbah ilmu. “Akan berbeda bagi mereka yang otodidak dengan pengusaha pemula yang belajar pada pengusaha yang sudah sukses. Hasilnya akan lebih cepat yang belajar bagi yang sudah sukses,” ujarnya. Untuk itu, ia yang juga didaulat menjadi pembina IWAPI Sumenep berharap, agar IWAPI bisa terbentuk hingga ketingkat kecamatan dan mendorong potensi di masing-masing wilayah menjadi produk unggulan yang mampu mensejehterakan masyarakat. Ditengah gencarnya pemerintah daerah mempromosikan wisata yang berbasis masyarakat, IWAPI hendaknya dapat mengambil bagian dan mampu melihat peluang. “Dari sini, juga dapat mengurangi pengangguran ditingkat paling bawah,” ucapnya. Dikatakan, seorang pengusaha tidaklah menunggu, melainkan berpacu mencari peluang dan terus berusaha meningkatkan usahanya. “Bagi pengusaha kamusnya hanya dua. Untung atau rugi. Dengan bergerak cepat dan mampu mencari peluang baru, maka akan meraup keuntungan dan kesempatan baik,” ungkapnya. IWAPI juga diharapkan mampu melihat peluang pariwisata. Satu atau dua tahun kedepan, Sumenep akan menjadi jujukan wisata nusantara maupun mancanegara. Akses wisata kepulau juga mulai digarap oleh pemerintah daerah. “Ini harus ditangkap sebuah peluang usaha oleh IWAPI,” ucapnya. Bahkan, orang nomor dua di Sumenep ini menyarankan kerjasama yang baik dengan pihak Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) mulai dibangun. Banyak garapan dari berbagai sektor yang bisa dikerjasamakan untuk menjadi peluang usaha. “Saya yakin, dengan bimbingan IWAPI Jatim yang sudah mempunyai banyak usaha dan pengalaman yang cukup akan mampu membentuk IWAPI Sumenep mengambil peluang tersebut,” tandasnya.(Hartono)

Veteran Sumenep : Terjadinya Korupsi Lantaran Lupa Pada Pancasila

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Para-Veteran-Sumenep-di-Pendopo PortalMadura.Com, Sumenep – Salah satu veteran yang tinggal di jalan Seludang, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sunyoto menyatakan, tindak pidana korupsi yang marak terjadi selama ini salah satu penyebabnya adalah yang bersangkutan lupa terhadap Pancasila dan Undang-undang Dasar 45. “Meski yang bersangkutan itu sebagai pejabat tinggi, tapi ia lupa terhadap filosofi Pancasila sebagai dasar negara, pasti terjadilah tindakan korupsi. Tindak pidana korupsi itu bisa terjadi lantaran pancasila tidak tertanam dalam dirinya,” ungkap Sunyoto usai menghadiri silaturahmi yang digagas pemda setempat di Pendopo, Jumat (18/8/2017). Menurutnya, kalau pancasila dan UUD 45 tertanam secara baik dalam diri manusia, dipastikan tidak akan terjadi tindak pidana korupsi. Sebab tindakan tersebut merupakan hal yang melawan hukum dan merugikan bangsa. “Saat ini banyak pejabat negara yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Mereka hanya sebagai pejabat, namun tak tertanam Pancasila di dalam jiwanya,” ucapnya. Ia juga berharap, para penerus bangsa juga ikut andil besar terhadap pertahanan kemerdekaan ini dengan berbagai upaya, tidak hanya bisa memetik buah dari kemerdekaan yang telah berhasil direbut oleh para pejuang. “Kalau hanya bisa memetik hasilnya, dipastikan kemerdekaan bangsa Indonesia ini lambat laun akan terkikis dan pada gilirannya akan tumbang. Untuk itu, para pemuda saat ini harus menghargai perjuangan para pahlawan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia ini, salah satunya tidak bertindak korupsi,” tegasnya. (Arifin/Putri)

Tahun 2017, PT Garam Targetkan Produksi Garam 350 Ribu Ton

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Direktur-Produksi-PT-Garam-Budi-Sasongko-1 PortalMadura.Com, Sumenep – PT Garam tahun 2017 menargetkan bisa produksi garam sebanyak 350 ribu ton dari luas lahan 5.200 hektar yang ada di empat lokasi yakni pegaraman Desa Nambakor seluas 2.000 hektar, Gresik Putih, Gapura 700 hektar, Pamekasan 1.000 hektar dan Sampang 1.700 hektar. “Sejak bulan Agustus hingga dekade ketiga Desember 2017 ini minimal bisa berproduksi garam di empat lokasi pegaraman itu sebanyak 225 ribu ton,” kata Direktur Produksi PT Garam, Budi Sasongko di Sumenep, Sabtu (19/8/2017). Ia menyatakan, dari empat lokasi pegaraman di Madura itu, hingga saat ini telah tercapai sebanyak 13 ribu ton garam. Sebab, produksi garam baru mulai pada 10 hari terakhir ini lantaran masih terjadi turun hujan di wilayah pegaraman milik PT Garam. “Mudah-mudahan cuacanya terus mendukung, tapi beberapa hari terakhir ini masih terjadi mendung. Ini yang menghambat produksi garam karena kan membutuhkan panas matahari saat produksi,” ucapnya. Selain di Madura, PT Garam memiliki lahan di Pulau Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan luas lahan 400 hektar. Untuk lahan di luar Madura itu ditargetkan bisa berproduksi sebanyak 20 ribu ton. “Hingga saat ini baru terealisasi sebanyak 1.500 ton. Jadi hingga akhir masa produksi tahun ini kemungkinan besar bisa mencapai target,” tegasnya. Ia menegaskan, dari ribuan lahan milik PT Garam, baik yang ada di Madura atau di luar, baru sekitar 30 persen yang menggunakan geomembran, selebihnya merupakan tanah biasa. (Arifin/Putri)

Nyadhar, Ritual Penghormatan Petambak Garam Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Sumenep – Ratusan warga Pinggir Papas, Kalianget, melakukan nyadhar. Nyadhar adalah ritual yang dilakukan untuk menghormati salah satu tokoh penemu cara pembuatan garam di Sumenep.

Sejak pagi ratusan warga sudah mendatangi areal pesarean (pemakaman) Syekh Anggasuto di Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Syekh Anggasuto dipercaya merupakan orang yang pertama kali menemukan cara pembuatan garam di Sumenep.

Ritual Nyadhar di awali dengan nyekar berlanjut dengan doa besama para sesepuh. Selesai doa, warga secara bersama bisa menyantap makanan yang sudah disiapkan.

“Ini cara kami bersyukur atas adanya garam di madura,” kata salah satu warga, Masduki, Sabtu (5/8/2017).

Nyadhar dilakukan untuk menghormati salah saty tokoh pergaraman di Sumenep
Nyadhar dilakukan untuk menghormati salah saty tokoh pergaraman di Sumenep Foto: Ahmad Rahman

Masduki mengatakan, ritual nyadhar digelar sebanyak tiga kali. Nyadhar pertama dan kedua di gelar ketika memasuki musim penggarapan tambak garam atau memasuki musim kemarau Sementara nyadar ketiga di lakukan terakhir ketika mau masuk pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.

Ritual nyadahar yang di gelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.

“Dengan kegitan seperti ini, kami berharap hasil panen garam makin melimpah dan harga selalu stabil,” kata Masduki

Nyadhar dilakukan di Pesarean Syekh AnggasuthoNyadhar dilakukan di Pesarean Syekh Anggasutho Foto: Ahmad Rahman

(iwd/iwd)

Tingkatkan Kualitas Pertanian, Dispertan Sumenep Instruksikan Pembuatan Rekening Petani

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

alat-pertanian

PortalMadura.Com, Sumenep – Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah merealisasikan pembuatan rekening para petani.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto mengaku sudah mengintruksikan kesemua UPT Pertanian untuk merealisasikan pembuatan rekening para petani.

“Pembuatan rekening itu sebagai bentuk transparansi dalam menyalurkan bantuan bibit jagung Hibrida kepada para petani,” katanya,  Kamis (3/8/2017).

Pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan dapat mengembangkan hasil pertanian para petani.

”Semoga bantuan yang diterima oleh para petani dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pertanian,” harapnya. (Bahri/Putri)

Sumenep Raih Kembali Piala Adipura Tahun 2017

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Bupati-Sumenep PortalMadura.Com, Sumenep –Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali meraih penghargaan Piala Adipura dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup RI tahun 2017. Piala tersebut diterima langsung oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim dari menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar, di Kantor Kementerian, Rabu (2/8/2017) malam. “Alhamdulillah, Piala Adipura itu diterima sendiri oleh bapak Bupati tadi malam,” terang Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Abdul Kadir, Kamis (3/8/2017). Piala Adipura yang ke empat kalinya sejak kepemimpinan Busyro Karim tersebut merupakan penghargaan yang diberikan kepada daerah yang sukses menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Pemerintah daerah Sumenep menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang ikut serta baik langsung maupun tidak langsung dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Lebih-lebih pada pasukan kuning (kebersihan) yang secara terus menerus menjaga kebersihan kota. “Berkat pasukan kuning yang setia dan sigap dalam menjaga kebersihan kota layak untuk mendapat apresiasi,” ujarnya. Ia pun berharap agar masyarakat juga ikut serta menjaga kebersihan, semisal membuang sampah pada tempatnya. (Hartono)

Hanya Daerah Penghasil, Pemda Sumenep Tak Bisa Intervensi Atasi Kelangkaan Garam

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Bupati-Sumenep-A-Busyro-Karim PortalMadura.Com, Sumenep – Kelangkaan garam terjadi di semua daerah, termasuk di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada musim kemarau tahun 2017. Salah satu penyebabnya, karena terjadi gagal panen pada tahun 2016 akibat cuaca buruk dan hingga kini petani kehabisan stok garam. “Sejak tahun 2016 stok garam rakyat memang kosong karena terjadi cuaca buruk, ditambah hingga saat ini masih sering terjadi hujan. Akibatnya, stok garam rakyat memang habis,” terang Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Rabu (2/8/2017). Bupati menerangkan, Sumenep menjadi salah satu daerah penghasil garam di Jawa Timur, namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak menyikapi kelangkaan garam yang terjadi beberapa bulan terakhir ini, karena Pemerintah Daerah tidak bisa mengintervensi seperti melakukan pembelian garam. “Kelangkaan garam itu bukan hanya masalah Sumenep, tapi sudah ranahnya nasional. Sumenep hanya dari daerah penghasil garam. Untuk mengatasi kelangkaan garam, memang diperlukan kebijakan dari pemerintah pusat,” tuturnya. Kelangkaan garam yang terjadi saat ini akibat dari cuaca buruk berkepanjangan sejak tahun 2016 hingga sekarang. “Untuk saat ini, panen garam di Sumenep belum bisa dikatakan maksimal, karena masih terganggu cuaca,” katanya. Data di Dinas Perikanan Sumenep, lahan garam rakyat pada tahun ini seluas 2.068 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan, yakni Kalianget, Gapura, Saronggi, Pragaan, Giligenting, Raas, Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. Akibat cuaca tak menentu tersebut, produksi garam rakyat sementara di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini hanya sekitar 850 ton, dari target produksi 368.000 ton. Pada tahun 2016, produksi garam rakyat di Sumenep sebanyak 17.109 ton dari target 260 ribu ton. (Arifin/Putri)

KPK RI Sosialisasikan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Koordinator-Supervisi-Pencegahan-Korupsi-KPK-RI-Tri-Gama-Reva PortalMadura.Com, Sumenep – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi kepada anggota legislatif dan eksekutif di DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (26/7/2017). “Sebelum dilakukan penindakan memang perlu ada pencegahan terlebih dahulu. Sosialisasi seperti ini merupakan salah satu bentuk pencegahan terhadap tindakan korupsi,” ungkap Koordinator Supervisi Pencegahan Korupsi KPK RI, Tri Gama Reva, di Sumenep. Menurutnya, agar terhindar dari tindak pidana korupsi, pemerintah daerah perlu melakukan transparansi perencanaan penganggaran dalam setiap alokasi dana di daerah. Tujuan dari sosialisasi pencegahan tindak pidana itu agar pemerintahan di daerah terhindar dari tindakan yang melanggar aturan. “Selain sosialisasi pencegahan seperti ini, daerah bisa melibatkan aparat penegak hukum di daerah masing-masing dalam setiap kegiatan yang menggunakan anggaran dari pemerintah. Dengan demikian, aparat penegak hukum itu bisa mengarahkan dan memberi tahu apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh,” ujarnya. Sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi di Sumenep ini merupakan pertama kali di Pulau Madura. Namun, bukan berarti di Bumi Sumekar ini merupakan sarang koruptor yang menjadi sasaran KPK. “Ditempatkan di Sumenep ini karena kebetulan pemerintah Kabupaten Sumenep yang pro aktif terhadap kami dalam menggelar sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi. Tidak ada maksud lain dari itu,” tegasnya. Dalam agenda tersebut dihadiri anggota legislatif, eksekutif seperti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bupati Sumenep, A Busyro Karim. (Arifin/Putri)