logo

Anies Persilakan Warga Mengadu Seperti Era Ahok-Djarot

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

84199fb4-27fc-4d11-90fd-df957491aa01_169 Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mempersilakan warga ikut melaporkan persoalan di Balai Kota. Anies siap turun tangan memberikan solusi untuk segala permasalahan warga Ibu Kota. “Tidak pernah ada larangan (melapor). Cuma kami harusnya bisa membuat persoalan ini selesai tanpa merepotkan warga,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017). Namun Anies masih ingin mencari formula pelaporan warga yang efektif. Ia mengaku kasihan dengan warga yang harus datang dari jauh untuk melapor kepadanya. “Kasihan warga harus sampai datang ke Balai Kota. Ini rumah mereka di rusunawa jauh-jauh nih, khusus datang ke sini. Nanti kami lihat caranya seperti apa sehingga bisa lebih mudah bagi warga,” terangnya. Anies beberapa kali mendapatkan laporan langsung dari warga di Balai Kota. Ia sempat berbincang dengan warga mengenai rusun hingga banjir. “Ini tadi ada permohonan dari beberapa warga rusunawa. Ini terkait dengan ada masalah air banjir di situ. Kami akan lihat, sudah terima berkasnya. Sekaligus juga ini bagian dari mengecek aliran laporan ” sebutnya. Diketahui, posko pengaduan era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Daiful Hidayat masih dipasang di Balai Kota. Warga dapat melaporkan pengaduan melalui posko yang ada di pendopo tersebut. (fdu/aan)

Menhub Serahkan Lima Unit Bus untuk Bantu Transportasi Pendidikan

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

c08407a9-59c9-4515-8d85-767cdc836d7b_169 Magelang – Pemerintah Kabupaten Magelang menerima tiga unit bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Bus-bus tersebut diberikan untuk membantu akses transportasi, khususnya bidang pendidikan. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyerahkan langsung bantuan tersebut di GOR Gemilang, kompleks Pemkab Magelang. “Ada lima bus yang kami serahkan. Tiga untuk Kabupaten Magelang, dan dua untuk Kabupaten Temanggung,” jelas Budi, seusai acara penyerahan bus.
Menurut Budi, akses transportasi selama ini masih menjadi salah satu kendala yang kerap dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. “Indonesia masih sedikit tertinggal dengan negara lain. Untuk itu, pemerintah terus berupaya membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur di bidang transportasi hingga pendidikan, demi meningkatkan daya saing Indonesia menjadi lebih baik,” urainya. Budi menyebutkan, pihaknya telah menyerahkan sebanyak 300 bus untuk pendidikan di sejumlah daerah di Indonesia. Disamping untuk mempermudah akses transportasi masyarakat, pemberian ini sebagai wujud komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang terjalin baik. “Kabupaten Magelang dan Temanggung termasuk diantaranya, karena Pak Presiden melihat bahwa penduduk di sini begitu dinamis dan memiliki semangat membangun yang tinggi. Terutama para guru dan anak didik,” imbuhnya. Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin menyampaikan apresiasi kepada Kemenhub yang telah memberikan moda transportasi kepada anak-anak sekolah di wilayahnya. “Ini menjadi cambuk bagi kami untuk tidak putus asa, terus bersemangat dalam bekerja dan berkarya di bidang pendidikan,” kata Zaenal. (bgs/bgs)

Menanti Solusi Krisis Rohingya dari Pertemuan Menlu Retno-Suu Kyi

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

2dfe8084-cac4-4005-9c44-72e6d2065da0 Jakarta – Menlu RI Retno LP Marsudi hari ini akan menemui pimpinan Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk membahas soal krisis kemanusiaan di Rakhine. Retno dikirim untuk meminta Myanmar menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Sejauh ini dilaporkan sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di Rakhine, sejak pekan lalu. Konflik itu dipicu bentrokan militer Myanmar dengan militan lokal yang bernama Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). Namun pembiaran oleh pemerintah Myanmar membuat banyak pihak bereaksi keras. Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kecamannya dan sengaja mengirim Menlu Retno untuk berkonsolidasi dengan Myanmar agar kekerasan terhadap Rohingya dihentikan.
Sebelum bertemu dengan Suu Kyi hari ini di Naypyidaw, Retno akan mengadakan pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar. Pada pertemuan itu, Retno akan menekankan isu keamanan dan stabilitas di Rakhine. Setelah itu, Retno juga dijadwalkan bertemu dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi yang juga sekaligus pimpinan Myanmar. Retno akan menyampaikan sejumlah usulan dari pemerintah Indonesia terkait perlindungan bagi semua warga yang ada di Rakhine. “Di antaranya Indonesia akan menyampaikan beberapa proposal, dan termasuk di antaranya untuk melakukan proteksi kepada semua warga yang tinggal di Rakhine State,” kata Retno, Senin (4/9/2017).
Retno berencana untuk menemui sejumlah menteri pemerintahan Myanmar. Dia akan membahas secara detail mengenai bantuan kemanusiaan yang akan diberikan oleh Indonesia terhadap etnis Rohingya dalam pertemuan tersebut. “Saya akan melakukan pertemuan dengan national security advisor dengan Menteri Luar Negeri dan juga dengan menteri pada kantor presiden di mana saya akan membahas secara detail proposal yang disampaikan oleh Indonesia termasuk di antaranya bagaimana Indonesia akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Rakhine State,” jelasnya. Tak hanya mendatangi Myanmar, Indonesia melakukan sejumlah upaya untuk membantu etnis Rohingya. Menlu bahkan sudah berkomunikasi denganSekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres membahas krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Retno dan Guterres membahas soal Rohingya melalui sambungan telepon, Jumat (1/9/2017) malam. Keduanya berbicara selama 16 menit. Guterres berharap RI melanjutkan perannya dalam penyelesaian masalah di Rakhine itu.
“Sekjen PBB apresiasi peran Indonesia dan harapkan Indonesia lanjutkan perannya dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State,” terang Retno sebelumnya. Retno dan Guterres menyampaikan keprihatinan dengan situasi kemanusiaan yang terjadi. Retno menyampaikan seruan Indonesia agar semua kekerasan harus dihentikan. Proteksi harus diberikan kepada semua umat. “Saya dan dan Sekjen PBB mendukung laporan (mantan Sekjen PBB) Kofi Annan dan berharap agar rekomendasi Annan dapat diimplementasikan,” ujarnya. Tak hanya itu, konflik kemanusiaan di Myanmar juga menjadi sorotan di tingkat parlemen. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyatakan, pihaknya akan membawa masalah di Rakhine, Myanmar, pada forum parlemen dunia. “Rabu DPR akan terbang ke Bali untuk World Parliamentary Forum, diikuti 47 negara. Termasuk Myanmar juga hadir. Di situ DPR akan gunakan diplomasi parlemen untuk bawa rekomendasi DPR yang diawali dari sikap fraksi di rapat paripurna itu,” tutur Taufik, Senin (4/9).
Salah satu rekomendasi yang akan disampaikan DPR adalah pencabutan nobel Suu Kyi. Sebab Suu Kyi yang mendapat nobel perdamaian terkesan abai dan melakukan pembiaran akan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Suu Kyi memang bukan Presiden Myanmar. Namun secara de facto dia adalah pemimpin di Myanmar. Suu Kyi di Myanmar menjabat untuk sejumlah posisi penting seperti Menteri Luar Negeri, Menteri Kantor Presiden, Menteri Tenaga Listrik dan Energi, serta Menteri Pendidikan. Dia juga merupakan State Counsellor Myanmar. Selain ke Myanmar, Menlu Retno juga akan terbang ke Bangladesh. Keberangkatan Retno ke Bangladesh untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi dari etnis Rohingya yang sudah berada di negara tersebut. “Kita harapkan minggu ini kita kirimkan bantuan makanan dan obat-obatan. Kita berharap kekerasan dan krisis kemanusiaan ini harus segera disingkirkan,” tegas Jokowi, Minggu (3/9). (elz/tor)

Kejar Swasembada Gula, Begini Cara Kementan Genjot Produksi Tebu

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

f4fd9c5d-e92f-457a-9457-ac7b7c6a9af6   Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia swasembada gula konsumsi pada 2019 dan gula industri pada 2024. Target tersebut ditetapkan oleh pemerintah tidak semata-mata untuk mewujudkan kedaulatan pangan, tapi juga menyejahterakan petaninya. “Petani tebu merupakan pelaku utama swasembada gula. Berdasarkan hal tersebut, program yang dijalankan Kementan dalam rangka pencapaian swasembada gula fokus pada peningkatan kapasitas petani guna meningkatkan produktivitas tebu dan rendemennya,” ucap Plt Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Suwandi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/8/2017). Dalam rangka peningkatan produktivitas tebu, Kementan melalui Ditjen Perkebunan melaksanakan sejumlah strategi, meliputi pemantapan areal, rehabilitasi tanaman, penyediaan agro input berupa pupuk dan benih unggul, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas lahan melalui penerapan standar teknis budidaya dan manajemen tebang muat dan angkut (TMA), antisipasi perubahan iklim, serta penetapan harga. Untuk pemantapan areal, Kementan mengembangkan strategi regrouping lahan, yaitu cara pengelolaan lahan tebu yang dimiliki petani dalam satu manajemen. Langkah ini diambil mengingat lahan petani saat ini tidak begitu luas. “Lahan petani yang kecil dan berdekatan akan dikelola bersama dalam satu koordinasi, yaitu ada petani, provider, dan pabrik gula. Dengan cara ini, petani tidak lagi berjalan sendiri,” papar Suwandi. Kementan juga memahami permasalahan petani yang masih dihadapkan pada keterbatasan alsintan. Untuk itu, Kementan mendukung program mekanisasi di lahan tebu rakyat. Mekanisasi di lahan tebu ini diharapkan meningkatkan efisiensi biaya garap dan waktu pengolahan lahan. “Bantuan mekanisasi diberikan kepada kelompok tani atau koperasi berbasis tebu berupa mesin pengolahan lahan tebu, mesin muat tebu, alat pemupukan, mesin tebang tebu seperti cane thumper dan mini harvester, serta alat angkut tebu (dump truck),” ungkapnya. Langkah lain yang dilakukan Kementan yakni rehabilitasi tanaman dengan program penggantian bibit unggul atau bongkar ratoon. Anggaran bongkar ratoon dialokasikan untuk 15.000 hektar kebun rakyat dan dimasukkan dalam APBN-P Tahun 2017. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tebu hingga enam atau tujuh tahun ke depan. Penggunaan benih-benih unggul juga akan meningkatkan rendemen tebu. Saat ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan sedang menggenjot pengembangan benih-benih unggul untuk komoditas prioritas swasembada, salah satunya tebu. Dua tahun terakhir, Kementan sudah menghasilkan tebu dengan rendemen 12 persen dan sedang diteliti untuk menghasilkan tebu dengan rendemen 14 persen. Peningkatan produktivitas dan produksi juga didorong melalui investasi pembangunan pabrik gula baru. Hingga 2019 targetnya ada 11 pabrik gula baru terbangun. Sejak 2016, sudah ada 4 pabrik gula baru dari target tersebut yang rampung dibangun, yaitu di Blora, Lamongan, Lampung, dan Dompu. “Kehadiran pabrik-pabrik gula baru ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi gula, tapi juga membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara petani dan pabrik gula. Pabrik gula dapat berperan dalam menentukan dan mengkoordinir kapan petani harus memupuk, bibit yang dipakai, menanam, tebang, muat, angkut,” pungkas Suwandi. (nwy/hns)

Susi ke ABK Vietnam Pencuri Ikan: Saya Pulangkan Tapi Jangan Balik!

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

Natuna – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyempatkan diri melihat kapal-kapal Vietnam yang berhasil ditangkap oleh Satgas 115 di wilayah perairan Natuna. Kapal-kapal tersebut bersandar di Pulau Tiga, salah satu gugusan pulau dari Kabupaten Natuna. Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, Senin (7/8/2017), telah berbaris 65 orang Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Vietnam yang telah ditangkap kapalnya. Para ABK tersebut dikumpulkan di satu lokasi penampungan, menunggu proses persidangan kapalnya selesai di pengadilan, untuk kemudian dipulangkan ke negara asalnya.
Saat Susi Temui ABK Vietnam Pencuri Ikan yang DitangkapFoto: Eduardo Simorangkir
Raut muka Susi tampak sumringah saat melihat jejeran ABK yang berhasil ditangkap. Bukan karena puas bisa menangkap orang, namun hal tersebut membuktikan kepada banyak orang, bahwa sudah terlalu lama Indonesia membiarkan lautnya dijajah oleh kapal-kapal asing, mencuri sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia. Dengan dibantu oleh salah seorang ABK yang sedikit paham berbahasa melayu, Susi menyampaikan kepada para ABK tersebut untuk tak lagi datang dan mencuri ikan di perairan Indonesia. “Nanti kita pulangkan ke Vietnam, tapi jangan kembali lagi. Saya tidak suka tahan orang, kasih tahu semua,” ungkap Susi menyampaikan kepada salah satu ABK yang ada di lokasi, untuk kemudian menyampaikan kembali kepada para ABK lainnya dalam bahasa Vietnam.
Saat Susi Temui ABK Vietnam Pencuri Ikan yang DitangkapFoto: Eduardo Simorangkir
“Nanti kita pulangkan, tapi jangan curi ikan lagi. Jangan mau lagi disuruh curi ikan,” sambungnya. Para ABK yang mendengarkan hal tersebut sontak mengucapkan terima kasih kepada Susi dan langsung diberi tahu artinya oleh ABK yang bisa berbahasa melayu tersebut. “Katanya terima kasih, Bu,” ujar dia.
Kapal Pencuri Ikan Asal VietnamKapal Pencuri Ikan Asal Vietnam Foto: Eduardo Simorangkir
“Tapi jangan kembali lagi, capek kita,” jawab Susi sambil menunjukkan raut muka gemasnya. Menurut dia, para ABK tersebut telah disetir oleh mafia pencuri ikan yang telah sering melakukan aktivitas ini di laut Indonesia. “Saya pikir mereka ada mafianya. Nanti kita kerjakan, bawa pulang mereka. Tapi jangan balik lagi. Ya, jangan kembali lagi. Jangan mau ke Indonesia. Di Vietnam saja,” tutur Susi. “Enggak boleh kabur semua ya. Jangan kabur, nanti kalau kabur ditembak, tapi kalau baik-baik kita kasih makan. Kita pulangkan baik-baik. Tapi jangan balik lagi,” tandas Susi. (eds/wdl)

BNN Tembak Mati 2 Penyelundup Sabu 17 Kg di Kalbar

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

50fa6eec-9a67-42b5-b2c4-8628d9bb6670_169
Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap 5 pelaku penyelundupan sabu dari Malaysia di Kalimantan Barat. Dua pelaku ditembak mati karena melawan.
Penangkapan dilakukan di daerah Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, pada Minggu 6 Agustus 2017. Awalnya, ada satu pelaku yang ditangkap. “Menangkan atas nama Ryan dengan barang bukti 17 bungkus sabu di dalam mobil Calya warna hitam. Sabu tersebut dibawa dan diselundupkan dari Malaysia,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (7/8/2017). Dari penangkapan itu, BNN kemudian menangkap 4 tersangka lain yang berperan sebagai pemilik dan pengendali. 4 orang itu yakni Cheng Kheng Hoe WN Malaysia, Alaw alias Ape, Alvin dan Tia. “Pada saat pengembangan 2 tersangka berusaha melawan petugas sehingga dilumpuhkan dengan tembakan dan mengakibatkan 2 tersangka atas nama Ahoi WN Malaysia dan Alaw WNI meninggal dunia,” ujarnya. Arman menjelaskan barang bukti berupa 17 kg sabu disita dalam penangkapan ini. “Saat ini kasus masih dikembangkan,” tuturnya. (idh/aan)

Saat Wali Kota Semarang Beri Tips Sukses pada Anak Sekolah

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

d5a8022f-3128-4807-88ea-55805101be71_169   Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar berbagi tips dan trik sukses bersama ratusan anak-anak dari SD, SMP, SMA se-Kota Semarang. Berinteraksi langsung dengan anak-anak, Hendrar melontarkan sejumlah pertanyaan dan tantangan berhadiah uang tunai maupun sepeda. Dalam rilis yang diterima dari Pemkot Semarang, Rabu (26/7/2017), anak-anak tersebut mengikuti peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 tingkat Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh, hari ini. Ika, siswa yang berhasil menjawab pertanyaan nama Wali Kota Semarang, berhasil mendapat sepeda. Sedangkan Salma membawa pulang uang tunai Rp 500 ribu karena berhasil menjawab pertanyaan tanggal peringatan HAN. Sementara itu, Rizki, salah satu siswa dari Kelurahan Kuningan, ditantang untuk mendongeng untuk mendapat uang tunai Rp 500 ribu. Rizki pun berkisah tentang Kancil Mencuri Timun yang dilanjutkan oleh Hendrar dengan kisah lain, yakni Kancil Versus Siput. Melalui dua kisah dongeng tersebut, pria yang akrab disapa Hendi ini menukil pesan moral tentang sifat sombong dan curang dari kancil yang membawa keburukan, kekalahan, serta kesialan. “Dua sifat tersebut tidak boleh dicontoh dan harus dihindari bila adik-adik ingin sukses,” ungkap Hendi. Tak hanya itu, untuk menjadi sukses dan hebat, dibutuhkan anak-anak muda yang berani, kreatif, inovatif, berwawasan luas, dan berkelakuan baik. Selain itu, harus giat menabung. Prestasi di bidang apa pun, baik akademis, atletik, olahraga, maupun seni, pasti akan berguna untuk masa depan. “Kalau ada yang masih berantem, narkoba, tidak usah ikut-ikutan karena akan mengganggu cita-cita. Game dan internet sebagai bagian dari teknologi informasi yang maju harus dikontrol penggunaannya khusus pada hal-hal positif,” imbaunya. Tak bisa dihindari, kemajuan teknologi informasi dan media sosial memberikan kemudahan informasi. Dengan hanya satu kali klik, kita akan memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan di berbagai belahan dunia. Namun, hal ini juga harus diikuti dengan kecerdasan dan kebijakan dalam memanfaatkan media informasi untuk hal-hal yang positif. Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2017 ini mengangkat tema ‘Generasi Hebat, Cerdas dari Media dan Cerdas Bermedia’. Peringatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Hendi. Selain itu, kegiatan diikuti oleh Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD Kota Semarang, Ketua Komisi D, serta Ketua TP PKK, DWP, GOW dan GOPTKI. Dalam kesempatan yang sama, diserahkan pula penghargaan Kota Layak Anak kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan diserahkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Semarang Bambang Suranggono kepada Hendi. Seusai acara, ratusan anak dan tamu undangan mengikuti gerakan minum susu bersama Wali Kota. Kegiatan minum susu ini diprakarsai Dinas Pertanian Kota Semarang. Sicentik, Program Berantas Demam Berdarah Masih banyaknya angka kejadian demam berdarah mendorong PKK Kota Semarang berinisiatif melakukan program Sicentik atau Siswa Cari Jentik. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi saat didapuk menjadi narasumber dalam Pelatihan Kader Jumantik, Rabu (26/7/2017) di gedung Balai Kota, Semarang. Dalam paparannya, Tia menjelaskan program Sicentik dilatarbelakangi dari kenyataan di lapangan bahwa 50 persen penderita DBD adalah anak usia sekolah. Melalui program Sicentik, diharapkan para siswa menjadi lebih paham tentang bahaya demam berdarah, termasuk bagaimana cara pencegahannya. “Di samping memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sekolah tentang bahaya demam berdarah, melalui program Sicentik, kita juga ingin melatih mereka supaya menjadi pelopor hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga masing-masing guna memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk perantara penyakit demam berdarah,” ungkap istri Wali Kota Semarang ini. “Nantinya setiap Minggu para siswa akan melakukan pemantauan jentik di rumah masing-masing. Keesokannya, para siswa akan melaporkan hasil pemantauannya kepada guru untuk nantinya disampaikan kepada Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) Koordinator Kecamatan dan Kota. Dari hasil laporan yang dikumpulkan, oleh Gasurkes kemudian disampaikan kepada Wali Kota Semarang sebagai bahan pertimbangan kebijakan,” jelasnya.
Apresiasi dan dukungan pun diberikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terhadap pelaksanaan program Sicentik yang digagas PKK Kota Semarang. Hendrar mengatakan mengatasi demam berdarah tidak mungkin hanya dengan mengandalkan pemerintah saja. “Anak-anak menjadi sasaran paling banyak dari penyakit demam berdarah, sehingga saya pikir program Sicentik ini sangat efektif guna membangun kesadaran anak-anak mencegah penyebaran penyakit demam berdarah sejak dini,” jelas Hendi. Hendi menambahkan, dengan mengajari anak-anak terlibat langsung dalam pencegahan penyakit demam berdarah, diharapkan akan tumbuh sifat cinta kebersihan dan cinta lingkungan sejak dini. Dengan demikian, sikap hidup bersih sehat dan aware terhadap lingkungan sekitar akan menjadi pola hidup sejak dini yang terbawa hingga dewasa kelak. Kegiatan pelatihan kader Jumantik program Sicentik ini diikuti 260 peserta yang terdiri atas siswa SD dan SMP, guru SD dan SMP, Tim Penggerak PKK kelurahan, TP PKK kecamatan, dan TP PKK Kota Semarang. (ega/nwy)

Hakim Tertangkap Narkoba, MA: Seleksi Diperketat

Written by sumenep on . Posted in Berita Nasional

hakim-1 Jakarta – Jelang seleksi calon hakim 2017, Mahkamah Agung (MA) mengingatkan agar sosok hakim harus bersih dari perbuatan tercela maupun narkoba. Untuk itu MA akan menggandeng BNN dan institusi lain untuk ikut dalam seleksi pendidikan hakim. “Ke depan MA dalam informasi rekrutment calon hakim, itu disyaratkan ada surat keterangan bebas dari narkoba. Ya itu sebagai langkah awal seperti itu. Hakim dinilai harus bersih dari perbuatan tercela, maupun tindak pidana narkoba,” ujar Kabiro Hukum dan HUmas MA, Abdullah kepada detikcom, Selasa (18/7/2017). Menurut Abdullah dalam seleksi awal hakim masih menjadi tanggung jawab Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), calon hakim yang ikut seleksi PNS yang melengkapi dirinya dengan surat keterangan bebas narkoba. “Ini kan masih CPNS, jadi kalau CPNS masih kewenangan BKN dan KemenPAN-RB, belum sampai ke kita nanti kalau sudah usulkan jadi hakim baru itu saatnya,” bebernya. “Ya pada saatnya pihak terkait pemberantasan narkoba (BNN) pasti itu, nah siapa yang punya kewenangan uji narkoba pasti laboratorium ya kan,” pungkas Abdullah menjelaslkan pelibatan institusi BNN dalam seleksi calon hakim. Diberitakan sebelumnya Wakil Ketua PN Liwa, Vivi Purnawati telah mengkonfirmasi penangkapan hakim Firman Affandy oleh Polres Bandar Lampung. Firman diduga terjarin razia narkoba dengan barang bukti sabu dan telah diamankan di Mapolres untuk penyelidikan. (edo/adf)

Kelompok Kadarkum Kabupaten Sumenep Raih Prestasi Tingkat Nasional

Written by sumenep on . Posted in Berita Nasional

cimg0303Jakarta – Kelompok Kadarkum Mawar Merah Kabupaten Sumenep yang menjadi wakil Propinsi Jawa Timur, meraih prestasi pada Lomba Kadarkum tingkat nasional dengan menjadi Finalis bersama wakil dari Provinsi Sumatera Selatan, Propinsi Jambi dan Propinsi Jawa Tengah. Dalam Pelaksanaan babak Final, persaingan para finalis dari daratan Jawa san Sumatera sangat ketat, Nilai masing masing kelompok sampai babak kedua tidak berbeda jauh namun pada babak ketiga sebagai babak adu cepat menjadi penentu nilai akhirnya wakil dari propinsi Sumatera selatan yang memimpin perolehan nilai sekaligus menjadi juara dan disusul oleh kontingen jambi, Jawa Tengah dan jawa Timur.