logo

Anies Persilakan Warga Mengadu Seperti Era Ahok-Djarot

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

84199fb4-27fc-4d11-90fd-df957491aa01_169 Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mempersilakan warga ikut melaporkan persoalan di Balai Kota. Anies siap turun tangan memberikan solusi untuk segala permasalahan warga Ibu Kota. “Tidak pernah ada larangan (melapor). Cuma kami harusnya bisa membuat persoalan ini selesai tanpa merepotkan warga,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017). Namun Anies masih ingin mencari formula pelaporan warga yang efektif. Ia mengaku kasihan dengan warga yang harus datang dari jauh untuk melapor kepadanya. “Kasihan warga harus sampai datang ke Balai Kota. Ini rumah mereka di rusunawa jauh-jauh nih, khusus datang ke sini. Nanti kami lihat caranya seperti apa sehingga bisa lebih mudah bagi warga,” terangnya. Anies beberapa kali mendapatkan laporan langsung dari warga di Balai Kota. Ia sempat berbincang dengan warga mengenai rusun hingga banjir. “Ini tadi ada permohonan dari beberapa warga rusunawa. Ini terkait dengan ada masalah air banjir di situ. Kami akan lihat, sudah terima berkasnya. Sekaligus juga ini bagian dari mengecek aliran laporan ” sebutnya. Diketahui, posko pengaduan era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Daiful Hidayat masih dipasang di Balai Kota. Warga dapat melaporkan pengaduan melalui posko yang ada di pendopo tersebut. (fdu/aan)

Ini Kehidupan dan Potensi Pulau Putri Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Berita Sumenep

warga-desa-tonduk-raas-Foto-Samsul-Arifin PortalMadura.Com, Sumenep – Desa Tonduk Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, disebut sebagai Pulau Putri. Sebab Pulau yang memiliki sekitar 5 ribu jiwa itu dihuni mayoritas perempuan. Kaum prianya pergi berbulan-bulan mencari ikan di laut. Selain bertani, profesi warga setempat bekerja sebagai nelayan. Menangkap ikan di laut tidak hanya pulang dan pergi setiap hari, tapi mereka (kaum laki-laki, red) bisa berada di tengah laut selama 3-6 bulan, utamanya mereka yang menangkap tripang. Anak dan istrinya rela ditinggal demi menyambung hidupnya. “Penamaan Pulau Putri ini karena warga yang tinggal di sini banyak perempuannya. Para suami atau laki-lakinya melaut hingga berbulan-bulan,” kata Kepala Desa Tonduk, Sri Hayati, Sabtu (14/10/2017). Pekerjaan sebagai nelayan yang sampai rela meninggalkan anak istrinya berbulan-bulan itu telah terjadi sejak nenek moyang mereka. Anak dan para perempuan sudah biasa ditinggal suaminya bekerja.
 Perbandingan laki-laki dan perempuan memang lebih banyak perempuan. Dari 5 ribu jiwa itu, sekitar 3 ribu adalah perempuan.
“Mereka mencari ikan bukan di Wilayah Sumenep tapi Sumatera, Kalimantan, bahkan ada yang sampai luar negeri seperti perairan Australia. Makanya mereka tidak pulang setiap hari,” ucapnya. Pulau Putri ini memiliki banyak potensi, diantaranya rumput laut dan produk kerajinan tangan seperti gelang dan kalung yang terbuat dari bahan baku buli. Kerajinan tangan dan tanam rumput laut itu dikerjakan oleh kaum ibu. “Para perempuan yang ada di sini, selain bekerja menanam rumput laut ya membuat kerajinan tangan. Mereka diberi bahan oleh pengusaha yang ada di Bali, kemudian warga di sini mendapatkan upah dari hasil kerajinan tersebut,” paparnya. (Arifin/Putri)

Menhub Serahkan Lima Unit Bus untuk Bantu Transportasi Pendidikan

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

c08407a9-59c9-4515-8d85-767cdc836d7b_169 Magelang – Pemerintah Kabupaten Magelang menerima tiga unit bus dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Bus-bus tersebut diberikan untuk membantu akses transportasi, khususnya bidang pendidikan. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyerahkan langsung bantuan tersebut di GOR Gemilang, kompleks Pemkab Magelang. “Ada lima bus yang kami serahkan. Tiga untuk Kabupaten Magelang, dan dua untuk Kabupaten Temanggung,” jelas Budi, seusai acara penyerahan bus.
Menurut Budi, akses transportasi selama ini masih menjadi salah satu kendala yang kerap dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. “Indonesia masih sedikit tertinggal dengan negara lain. Untuk itu, pemerintah terus berupaya membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur di bidang transportasi hingga pendidikan, demi meningkatkan daya saing Indonesia menjadi lebih baik,” urainya. Budi menyebutkan, pihaknya telah menyerahkan sebanyak 300 bus untuk pendidikan di sejumlah daerah di Indonesia. Disamping untuk mempermudah akses transportasi masyarakat, pemberian ini sebagai wujud komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang terjalin baik. “Kabupaten Magelang dan Temanggung termasuk diantaranya, karena Pak Presiden melihat bahwa penduduk di sini begitu dinamis dan memiliki semangat membangun yang tinggi. Terutama para guru dan anak didik,” imbuhnya. Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin menyampaikan apresiasi kepada Kemenhub yang telah memberikan moda transportasi kepada anak-anak sekolah di wilayahnya. “Ini menjadi cambuk bagi kami untuk tidak putus asa, terus bersemangat dalam bekerja dan berkarya di bidang pendidikan,” kata Zaenal. (bgs/bgs)

Pembebasan Lahan Bandara di Kepulauan Sumenep Tunggu Penetapan Lokasi Kemenhub

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Bupati-Sumenep- PortalMadura.Com, Sumenep – Pembebasan lahan untuk pembangunan bandara di wilayah kepulauan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih menunggu izin lokasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Pasalnya, hingga saat ini, izin lokasi itu masih belum turun. “Kami tetap berkometmen akan membuat Bandara di kepulauan Kangean. Tapi hingga sekarang izin lokasi belum turun dari Kemenhub, jadi kami belum bisa melakukan pembebasan lahan,” kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Selasa (10/10/2017). Bupati menyampaikan, hasil rapat dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan serta Dinas Pergubungan Provinsi Jawa Timur, pembahasan izin pembangunan bandara di pulau Kangean itu segera dibahas. “Informasinya, pekan depan kementerian akan membahas soal izin lokasi tersebut,” terangnya. Ia menegaskan, kalau penetapan lokasi bandara di Kangean itu selesai tahun ini, maka 2018 pembebasan lahan bisa dilakukan karena anggarannya sudah disediakan.
“Anggaran untuk pembebasan lahan itu telah dianggarkan di APBD 2017 sebesar Rp11 miliar. Sebab, rencana awal pembebasan lahan akan dilakukan pada tahun ini, tapi karena izin penetapan lokasi masih belum turun, akhirnya tidak bisa dilakukan,” paparnya. Pemerintah daerah telah menganggarkan sebesar Rp 8 miliar untuk pembebasan lahan bandara di kepulauan di APBD 2015. Namun anggaran itu hanya terealisasi sekitar Rp1 miliar untuk pembebasan lahan. “Anggaran itu untuk pembebasan lahan seluas 7 hektar dari total kebutuhan luas lahan sekitar 18 hektar. Sedangkan harga tanah permeternya Rp10 ribu,” imbuhnya. Secara keselurunan, lanjutnya, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 19,1 miliar. Rincianya, Rp1,1 miliar untuk pembebasan lahan seluas 11 hektare, dan Rp 18 miliar akan digunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas bandara yang lain, seperti pembangunan runway, terminal, lokasi parkir, dan pembangunan ruang tunggu penumpang. “Pada 2016, pemerintah daerah telah menganggarkan kembali sebesar Rp 8 miliar untuk pembebasan lahan. Karena ada kendala anggaran tersebut tidak terserap, dan tahun ini dianggarkan kembali sebesar Rp 11 miliar,” bebernya. (Arifin/Putri).

Menanti Solusi Krisis Rohingya dari Pertemuan Menlu Retno-Suu Kyi

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

2dfe8084-cac4-4005-9c44-72e6d2065da0 Jakarta – Menlu RI Retno LP Marsudi hari ini akan menemui pimpinan Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk membahas soal krisis kemanusiaan di Rakhine. Retno dikirim untuk meminta Myanmar menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Sejauh ini dilaporkan sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di Rakhine, sejak pekan lalu. Konflik itu dipicu bentrokan militer Myanmar dengan militan lokal yang bernama Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). Namun pembiaran oleh pemerintah Myanmar membuat banyak pihak bereaksi keras. Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kecamannya dan sengaja mengirim Menlu Retno untuk berkonsolidasi dengan Myanmar agar kekerasan terhadap Rohingya dihentikan.
Sebelum bertemu dengan Suu Kyi hari ini di Naypyidaw, Retno akan mengadakan pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar. Pada pertemuan itu, Retno akan menekankan isu keamanan dan stabilitas di Rakhine. Setelah itu, Retno juga dijadwalkan bertemu dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi yang juga sekaligus pimpinan Myanmar. Retno akan menyampaikan sejumlah usulan dari pemerintah Indonesia terkait perlindungan bagi semua warga yang ada di Rakhine. “Di antaranya Indonesia akan menyampaikan beberapa proposal, dan termasuk di antaranya untuk melakukan proteksi kepada semua warga yang tinggal di Rakhine State,” kata Retno, Senin (4/9/2017).
Retno berencana untuk menemui sejumlah menteri pemerintahan Myanmar. Dia akan membahas secara detail mengenai bantuan kemanusiaan yang akan diberikan oleh Indonesia terhadap etnis Rohingya dalam pertemuan tersebut. “Saya akan melakukan pertemuan dengan national security advisor dengan Menteri Luar Negeri dan juga dengan menteri pada kantor presiden di mana saya akan membahas secara detail proposal yang disampaikan oleh Indonesia termasuk di antaranya bagaimana Indonesia akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Rakhine State,” jelasnya. Tak hanya mendatangi Myanmar, Indonesia melakukan sejumlah upaya untuk membantu etnis Rohingya. Menlu bahkan sudah berkomunikasi denganSekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres membahas krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Retno dan Guterres membahas soal Rohingya melalui sambungan telepon, Jumat (1/9/2017) malam. Keduanya berbicara selama 16 menit. Guterres berharap RI melanjutkan perannya dalam penyelesaian masalah di Rakhine itu.
“Sekjen PBB apresiasi peran Indonesia dan harapkan Indonesia lanjutkan perannya dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State,” terang Retno sebelumnya. Retno dan Guterres menyampaikan keprihatinan dengan situasi kemanusiaan yang terjadi. Retno menyampaikan seruan Indonesia agar semua kekerasan harus dihentikan. Proteksi harus diberikan kepada semua umat. “Saya dan dan Sekjen PBB mendukung laporan (mantan Sekjen PBB) Kofi Annan dan berharap agar rekomendasi Annan dapat diimplementasikan,” ujarnya. Tak hanya itu, konflik kemanusiaan di Myanmar juga menjadi sorotan di tingkat parlemen. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyatakan, pihaknya akan membawa masalah di Rakhine, Myanmar, pada forum parlemen dunia. “Rabu DPR akan terbang ke Bali untuk World Parliamentary Forum, diikuti 47 negara. Termasuk Myanmar juga hadir. Di situ DPR akan gunakan diplomasi parlemen untuk bawa rekomendasi DPR yang diawali dari sikap fraksi di rapat paripurna itu,” tutur Taufik, Senin (4/9).
Salah satu rekomendasi yang akan disampaikan DPR adalah pencabutan nobel Suu Kyi. Sebab Suu Kyi yang mendapat nobel perdamaian terkesan abai dan melakukan pembiaran akan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Suu Kyi memang bukan Presiden Myanmar. Namun secara de facto dia adalah pemimpin di Myanmar. Suu Kyi di Myanmar menjabat untuk sejumlah posisi penting seperti Menteri Luar Negeri, Menteri Kantor Presiden, Menteri Tenaga Listrik dan Energi, serta Menteri Pendidikan. Dia juga merupakan State Counsellor Myanmar. Selain ke Myanmar, Menlu Retno juga akan terbang ke Bangladesh. Keberangkatan Retno ke Bangladesh untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi dari etnis Rohingya yang sudah berada di negara tersebut. “Kita harapkan minggu ini kita kirimkan bantuan makanan dan obat-obatan. Kita berharap kekerasan dan krisis kemanusiaan ini harus segera disingkirkan,” tegas Jokowi, Minggu (3/9). (elz/tor)

Kejar Swasembada Gula, Begini Cara Kementan Genjot Produksi Tebu

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

f4fd9c5d-e92f-457a-9457-ac7b7c6a9af6   Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia swasembada gula konsumsi pada 2019 dan gula industri pada 2024. Target tersebut ditetapkan oleh pemerintah tidak semata-mata untuk mewujudkan kedaulatan pangan, tapi juga menyejahterakan petaninya. “Petani tebu merupakan pelaku utama swasembada gula. Berdasarkan hal tersebut, program yang dijalankan Kementan dalam rangka pencapaian swasembada gula fokus pada peningkatan kapasitas petani guna meningkatkan produktivitas tebu dan rendemennya,” ucap Plt Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Suwandi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/8/2017). Dalam rangka peningkatan produktivitas tebu, Kementan melalui Ditjen Perkebunan melaksanakan sejumlah strategi, meliputi pemantapan areal, rehabilitasi tanaman, penyediaan agro input berupa pupuk dan benih unggul, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas lahan melalui penerapan standar teknis budidaya dan manajemen tebang muat dan angkut (TMA), antisipasi perubahan iklim, serta penetapan harga. Untuk pemantapan areal, Kementan mengembangkan strategi regrouping lahan, yaitu cara pengelolaan lahan tebu yang dimiliki petani dalam satu manajemen. Langkah ini diambil mengingat lahan petani saat ini tidak begitu luas. “Lahan petani yang kecil dan berdekatan akan dikelola bersama dalam satu koordinasi, yaitu ada petani, provider, dan pabrik gula. Dengan cara ini, petani tidak lagi berjalan sendiri,” papar Suwandi. Kementan juga memahami permasalahan petani yang masih dihadapkan pada keterbatasan alsintan. Untuk itu, Kementan mendukung program mekanisasi di lahan tebu rakyat. Mekanisasi di lahan tebu ini diharapkan meningkatkan efisiensi biaya garap dan waktu pengolahan lahan. “Bantuan mekanisasi diberikan kepada kelompok tani atau koperasi berbasis tebu berupa mesin pengolahan lahan tebu, mesin muat tebu, alat pemupukan, mesin tebang tebu seperti cane thumper dan mini harvester, serta alat angkut tebu (dump truck),” ungkapnya. Langkah lain yang dilakukan Kementan yakni rehabilitasi tanaman dengan program penggantian bibit unggul atau bongkar ratoon. Anggaran bongkar ratoon dialokasikan untuk 15.000 hektar kebun rakyat dan dimasukkan dalam APBN-P Tahun 2017. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tebu hingga enam atau tujuh tahun ke depan. Penggunaan benih-benih unggul juga akan meningkatkan rendemen tebu. Saat ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan sedang menggenjot pengembangan benih-benih unggul untuk komoditas prioritas swasembada, salah satunya tebu. Dua tahun terakhir, Kementan sudah menghasilkan tebu dengan rendemen 12 persen dan sedang diteliti untuk menghasilkan tebu dengan rendemen 14 persen. Peningkatan produktivitas dan produksi juga didorong melalui investasi pembangunan pabrik gula baru. Hingga 2019 targetnya ada 11 pabrik gula baru terbangun. Sejak 2016, sudah ada 4 pabrik gula baru dari target tersebut yang rampung dibangun, yaitu di Blora, Lamongan, Lampung, dan Dompu. “Kehadiran pabrik-pabrik gula baru ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi gula, tapi juga membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara petani dan pabrik gula. Pabrik gula dapat berperan dalam menentukan dan mengkoordinir kapan petani harus memupuk, bibit yang dipakai, menanam, tebang, muat, angkut,” pungkas Suwandi. (nwy/hns)

Buka Seminar Nasional, Wabup Promosikan Wisata Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Alwiyah-dan-Achmad-Fauzi PortalMadura.Com, Sumenep – Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi membuka seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Wiarara (Unija) Sumenep, Kamis (24/8/2017). Dalam sambutannya, selain menyampaikan kondisi Sumenep dan Madura secara umum, Achmad Fauzi juga menyampaikan program besar Sumenep yang sedang digarap yakni potensi wisata. “Saat ini, pemerintah daerah sedang menggarap potensi wisata. Yang salah satunya, bertujuan untuk kesejehteraan masyarakat dan membuka lapangan kerja baru,” katanya. Dijelaskan, bahwa kemasan wisata yang sedang digarap, yakni berbasis masyarakat. “Artinya, keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi skala prioritas melalui BUMDes,” terangnya. Untuk memikat pengunjung, Sumenep sudah memiliki Bandara Trunojoyo yang siap melayani rute komersial mulai bulan depan. “Ini potensi yang perlu dimanfaatkan dan mohon masukannya dari semua pihak,” ujarnya. Diakui, untuk mendatangkan investor dan menanamkan investasinya di Sumenep butuh dukungan semua pihak. “Melalui seminar ini, kami butuh ide dan masukan positif,” katanya. Politisi PDI Perjuangan ini menyadari, jika untuk membangun Madura butuh kebersamaan dari semua penentu kebijakan ditingkat kabupaten masing-masing, namun hal itu sulit dilakukan. “Selama ini sulit untuk membangun Madura secara bersama-sama,” katanya.   Padahal, untuk membangun Madura tidak bisa dilakukan secara parsial. Empat kabupaten yang ada, harus bersama-sama membangun dan duduk bersama demi kemajuan Madura secara umum. Pasca pembangunan jembatan Suramadu, diharapkan ada peningkatan kesejehteraan masyarakat Madura. “Faktanya, untuk saat ini adanya Suramadu bagaikan sama dengan tidak adanya,” ucapnya. Seminar nasional yang mengambil tema “Pertumbuhan inklusif di Indonesia tantangan dan harapan” menghadirkan narasumber Dr. Ninasapti Triswati, SE., M.Sc, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Selain para dosen, mahasiswa Unija dan birokrasi yang hadir, juga ikut serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Madura dan Jawa Timur.(Hartono)

Legislator, Sumenep Saatnya Miliki Terminal Kargo

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Anggota-Komisi-III-DPRD-Sumenep-Moh-Ramsi PortalMadura.Com, Sumenep – Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Moh Ramsi menyatakan, Sumenep sudah waktunya memiliki terminal kargo untuk memperlancar arus perekonomian masyarakat. Sebab, keberadaan terminal kargo itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan perkembangan ekonomi masyarakat. “Selain mengurangi kemacetan di sejumlah jalan yang biasa menjadi tempat bongkar muat barang, keberadaan terminal kargo itu juga mempermudah pemindahan barang dari truk besar ke truk kecil atau pick up,” papar Moh Ramzi, Sabtu (26/8/2017). Ia memprediksi, belum adanya terminal kargo itu bisa menghambat kelancaran ekonomi masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah sudah saatnya menganggarkan pembangunan terminal kargo, karena akhir-akhir ini banyak truk pengangkut barang yang datang ke Sumenep. “Ini menandakan bahwa warga Sumenep secara ekonomi sudah mulai meningkat. Artinya banyak warga Sumenep yang memiliki usaha dengan bahan baku yang dikirim dari luar Sumenep. Ini harus disambut baik oleh pemerintah dengan membangun terminal kargo,” ucapnya.
Tidak hanya itu, pada tahun 2018, Pemkab Sumenep mencanangkan program “Visit Sumenep Year 2018”. Untuk mendukung program tersebut diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk menjaga keindahan kota dan kelancaran lalu lintas di kota. “Kalau truk besar dibiarkan bongkar muat di jalan perkotaan dan itu areal terlarang, ini sama halnya dengan mengotori kota,” katanya. Sebelumnya, banyak truk besar dibiarkan melakukan bongkar muat barang di jalan-jalan sempit diperkotaan, akibatnya mengganggu kelancaran lalu lintas. Bahkan tidak jarang terjadi laka lantas seperti yang terjadi di jalan Teuku Umar, Desa Pandian, Kecamatan Kota. Dishub yang memiliki kewenangan dalam mengatur jalan tersebut terkesan cuci tangan dengan alasan tidak adanya terminal kargo dan soal penindakan merupakan kewenangan pihak kepolisian. (Arifin/Putri)

Wabup Apresiasi Terbentuknya IWAPI Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

DPC-IWAPI-Sumenep PortalMadura.Com, Sumenep – Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi mengapresiasi dengan lahirnya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) setempat. “Ini wadah yang baik untuk ikut serta mendorong terciptanya pengusaha dari kalangan wanita. Tentunya, akan berdampak pada sektor lapangan kerja baru,” kata Achmad Fauzi, saat sambutan di pelantikan dan pengukuhan DPC IWAPI Sumenep, Minggu (27/8/2017) di aula Ponpes Aqidah Usmuni, Terate, Pandian, Sumenep. Menurutnya, dengan adanya IWAPI, para pengusaha muda atau yang baru belajar, ada wadah yang menjadi tempat menimbah ilmu. “Akan berbeda bagi mereka yang otodidak dengan pengusaha pemula yang belajar pada pengusaha yang sudah sukses. Hasilnya akan lebih cepat yang belajar bagi yang sudah sukses,” ujarnya. Untuk itu, ia yang juga didaulat menjadi pembina IWAPI Sumenep berharap, agar IWAPI bisa terbentuk hingga ketingkat kecamatan dan mendorong potensi di masing-masing wilayah menjadi produk unggulan yang mampu mensejehterakan masyarakat. Ditengah gencarnya pemerintah daerah mempromosikan wisata yang berbasis masyarakat, IWAPI hendaknya dapat mengambil bagian dan mampu melihat peluang. “Dari sini, juga dapat mengurangi pengangguran ditingkat paling bawah,” ucapnya. Dikatakan, seorang pengusaha tidaklah menunggu, melainkan berpacu mencari peluang dan terus berusaha meningkatkan usahanya. “Bagi pengusaha kamusnya hanya dua. Untung atau rugi. Dengan bergerak cepat dan mampu mencari peluang baru, maka akan meraup keuntungan dan kesempatan baik,” ungkapnya. IWAPI juga diharapkan mampu melihat peluang pariwisata. Satu atau dua tahun kedepan, Sumenep akan menjadi jujukan wisata nusantara maupun mancanegara. Akses wisata kepulau juga mulai digarap oleh pemerintah daerah. “Ini harus ditangkap sebuah peluang usaha oleh IWAPI,” ucapnya. Bahkan, orang nomor dua di Sumenep ini menyarankan kerjasama yang baik dengan pihak Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) mulai dibangun. Banyak garapan dari berbagai sektor yang bisa dikerjasamakan untuk menjadi peluang usaha. “Saya yakin, dengan bimbingan IWAPI Jatim yang sudah mempunyai banyak usaha dan pengalaman yang cukup akan mampu membentuk IWAPI Sumenep mengambil peluang tersebut,” tandasnya.(Hartono)

Veteran Sumenep : Terjadinya Korupsi Lantaran Lupa Pada Pancasila

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Para-Veteran-Sumenep-di-Pendopo PortalMadura.Com, Sumenep – Salah satu veteran yang tinggal di jalan Seludang, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sunyoto menyatakan, tindak pidana korupsi yang marak terjadi selama ini salah satu penyebabnya adalah yang bersangkutan lupa terhadap Pancasila dan Undang-undang Dasar 45. “Meski yang bersangkutan itu sebagai pejabat tinggi, tapi ia lupa terhadap filosofi Pancasila sebagai dasar negara, pasti terjadilah tindakan korupsi. Tindak pidana korupsi itu bisa terjadi lantaran pancasila tidak tertanam dalam dirinya,” ungkap Sunyoto usai menghadiri silaturahmi yang digagas pemda setempat di Pendopo, Jumat (18/8/2017). Menurutnya, kalau pancasila dan UUD 45 tertanam secara baik dalam diri manusia, dipastikan tidak akan terjadi tindak pidana korupsi. Sebab tindakan tersebut merupakan hal yang melawan hukum dan merugikan bangsa. “Saat ini banyak pejabat negara yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Mereka hanya sebagai pejabat, namun tak tertanam Pancasila di dalam jiwanya,” ucapnya. Ia juga berharap, para penerus bangsa juga ikut andil besar terhadap pertahanan kemerdekaan ini dengan berbagai upaya, tidak hanya bisa memetik buah dari kemerdekaan yang telah berhasil direbut oleh para pejuang. “Kalau hanya bisa memetik hasilnya, dipastikan kemerdekaan bangsa Indonesia ini lambat laun akan terkikis dan pada gilirannya akan tumbang. Untuk itu, para pemuda saat ini harus menghargai perjuangan para pahlawan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia ini, salah satunya tidak bertindak korupsi,” tegasnya. (Arifin/Putri)

Tahun 2017, PT Garam Targetkan Produksi Garam 350 Ribu Ton

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Direktur-Produksi-PT-Garam-Budi-Sasongko-1 PortalMadura.Com, Sumenep – PT Garam tahun 2017 menargetkan bisa produksi garam sebanyak 350 ribu ton dari luas lahan 5.200 hektar yang ada di empat lokasi yakni pegaraman Desa Nambakor seluas 2.000 hektar, Gresik Putih, Gapura 700 hektar, Pamekasan 1.000 hektar dan Sampang 1.700 hektar. “Sejak bulan Agustus hingga dekade ketiga Desember 2017 ini minimal bisa berproduksi garam di empat lokasi pegaraman itu sebanyak 225 ribu ton,” kata Direktur Produksi PT Garam, Budi Sasongko di Sumenep, Sabtu (19/8/2017). Ia menyatakan, dari empat lokasi pegaraman di Madura itu, hingga saat ini telah tercapai sebanyak 13 ribu ton garam. Sebab, produksi garam baru mulai pada 10 hari terakhir ini lantaran masih terjadi turun hujan di wilayah pegaraman milik PT Garam. “Mudah-mudahan cuacanya terus mendukung, tapi beberapa hari terakhir ini masih terjadi mendung. Ini yang menghambat produksi garam karena kan membutuhkan panas matahari saat produksi,” ucapnya. Selain di Madura, PT Garam memiliki lahan di Pulau Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan luas lahan 400 hektar. Untuk lahan di luar Madura itu ditargetkan bisa berproduksi sebanyak 20 ribu ton. “Hingga saat ini baru terealisasi sebanyak 1.500 ton. Jadi hingga akhir masa produksi tahun ini kemungkinan besar bisa mencapai target,” tegasnya. Ia menegaskan, dari ribuan lahan milik PT Garam, baik yang ada di Madura atau di luar, baru sekitar 30 persen yang menggunakan geomembran, selebihnya merupakan tanah biasa. (Arifin/Putri)

Nyadhar, Ritual Penghormatan Petambak Garam Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Sumenep – Ratusan warga Pinggir Papas, Kalianget, melakukan nyadhar. Nyadhar adalah ritual yang dilakukan untuk menghormati salah satu tokoh penemu cara pembuatan garam di Sumenep.

Sejak pagi ratusan warga sudah mendatangi areal pesarean (pemakaman) Syekh Anggasuto di Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Syekh Anggasuto dipercaya merupakan orang yang pertama kali menemukan cara pembuatan garam di Sumenep.

Ritual Nyadhar di awali dengan nyekar berlanjut dengan doa besama para sesepuh. Selesai doa, warga secara bersama bisa menyantap makanan yang sudah disiapkan.

“Ini cara kami bersyukur atas adanya garam di madura,” kata salah satu warga, Masduki, Sabtu (5/8/2017).

Nyadhar dilakukan untuk menghormati salah saty tokoh pergaraman di Sumenep
Nyadhar dilakukan untuk menghormati salah saty tokoh pergaraman di Sumenep Foto: Ahmad Rahman

Masduki mengatakan, ritual nyadhar digelar sebanyak tiga kali. Nyadhar pertama dan kedua di gelar ketika memasuki musim penggarapan tambak garam atau memasuki musim kemarau Sementara nyadar ketiga di lakukan terakhir ketika mau masuk pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.

Ritual nyadahar yang di gelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.

“Dengan kegitan seperti ini, kami berharap hasil panen garam makin melimpah dan harga selalu stabil,” kata Masduki

Nyadhar dilakukan di Pesarean Syekh AnggasuthoNyadhar dilakukan di Pesarean Syekh Anggasutho Foto: Ahmad Rahman

(iwd/iwd)