logo

Nyadhar, Ritual Penghormatan Petambak Garam Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Sumenep – Ratusan warga Pinggir Papas, Kalianget, melakukan nyadhar. Nyadhar adalah ritual yang dilakukan untuk menghormati salah satu tokoh penemu cara pembuatan garam di Sumenep.

Sejak pagi ratusan warga sudah mendatangi areal pesarean (pemakaman) Syekh Anggasuto di Desa Kebundadap, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Syekh Anggasuto dipercaya merupakan orang yang pertama kali menemukan cara pembuatan garam di Sumenep.

Ritual Nyadhar di awali dengan nyekar berlanjut dengan doa besama para sesepuh. Selesai doa, warga secara bersama bisa menyantap makanan yang sudah disiapkan.

“Ini cara kami bersyukur atas adanya garam di madura,” kata salah satu warga, Masduki, Sabtu (5/8/2017).

Nyadhar dilakukan untuk menghormati salah saty tokoh pergaraman di Sumenep
Nyadhar dilakukan untuk menghormati salah saty tokoh pergaraman di Sumenep Foto: Ahmad Rahman

Masduki mengatakan, ritual nyadhar digelar sebanyak tiga kali. Nyadhar pertama dan kedua di gelar ketika memasuki musim penggarapan tambak garam atau memasuki musim kemarau Sementara nyadar ketiga di lakukan terakhir ketika mau masuk pergantian musim dari kemarau ke musim hujan.

Ritual nyadahar yang di gelar para petambak garam Sumenep ini diharapkan berdampak pada produksi garam yang melimpah dan cuaca musim kemarau yang bagus sehingga bisa mendukung produksi garam lebih banyak dan harga garam selalu stabil.

“Dengan kegitan seperti ini, kami berharap hasil panen garam makin melimpah dan harga selalu stabil,” kata Masduki

Nyadhar dilakukan di Pesarean Syekh AnggasuthoNyadhar dilakukan di Pesarean Syekh Anggasutho Foto: Ahmad Rahman

(iwd/iwd)

Susi ke ABK Vietnam Pencuri Ikan: Saya Pulangkan Tapi Jangan Balik!

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

Natuna – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyempatkan diri melihat kapal-kapal Vietnam yang berhasil ditangkap oleh Satgas 115 di wilayah perairan Natuna. Kapal-kapal tersebut bersandar di Pulau Tiga, salah satu gugusan pulau dari Kabupaten Natuna. Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, Senin (7/8/2017), telah berbaris 65 orang Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Vietnam yang telah ditangkap kapalnya. Para ABK tersebut dikumpulkan di satu lokasi penampungan, menunggu proses persidangan kapalnya selesai di pengadilan, untuk kemudian dipulangkan ke negara asalnya.
Saat Susi Temui ABK Vietnam Pencuri Ikan yang DitangkapFoto: Eduardo Simorangkir
Raut muka Susi tampak sumringah saat melihat jejeran ABK yang berhasil ditangkap. Bukan karena puas bisa menangkap orang, namun hal tersebut membuktikan kepada banyak orang, bahwa sudah terlalu lama Indonesia membiarkan lautnya dijajah oleh kapal-kapal asing, mencuri sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia. Dengan dibantu oleh salah seorang ABK yang sedikit paham berbahasa melayu, Susi menyampaikan kepada para ABK tersebut untuk tak lagi datang dan mencuri ikan di perairan Indonesia. “Nanti kita pulangkan ke Vietnam, tapi jangan kembali lagi. Saya tidak suka tahan orang, kasih tahu semua,” ungkap Susi menyampaikan kepada salah satu ABK yang ada di lokasi, untuk kemudian menyampaikan kembali kepada para ABK lainnya dalam bahasa Vietnam.
Saat Susi Temui ABK Vietnam Pencuri Ikan yang DitangkapFoto: Eduardo Simorangkir
“Nanti kita pulangkan, tapi jangan curi ikan lagi. Jangan mau lagi disuruh curi ikan,” sambungnya. Para ABK yang mendengarkan hal tersebut sontak mengucapkan terima kasih kepada Susi dan langsung diberi tahu artinya oleh ABK yang bisa berbahasa melayu tersebut. “Katanya terima kasih, Bu,” ujar dia.
Kapal Pencuri Ikan Asal VietnamKapal Pencuri Ikan Asal Vietnam Foto: Eduardo Simorangkir
“Tapi jangan kembali lagi, capek kita,” jawab Susi sambil menunjukkan raut muka gemasnya. Menurut dia, para ABK tersebut telah disetir oleh mafia pencuri ikan yang telah sering melakukan aktivitas ini di laut Indonesia. “Saya pikir mereka ada mafianya. Nanti kita kerjakan, bawa pulang mereka. Tapi jangan balik lagi. Ya, jangan kembali lagi. Jangan mau ke Indonesia. Di Vietnam saja,” tutur Susi. “Enggak boleh kabur semua ya. Jangan kabur, nanti kalau kabur ditembak, tapi kalau baik-baik kita kasih makan. Kita pulangkan baik-baik. Tapi jangan balik lagi,” tandas Susi. (eds/wdl)

Tingkatkan Kualitas Pertanian, Dispertan Sumenep Instruksikan Pembuatan Rekening Petani

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

alat-pertanian

PortalMadura.Com, Sumenep – Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah merealisasikan pembuatan rekening para petani.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto mengaku sudah mengintruksikan kesemua UPT Pertanian untuk merealisasikan pembuatan rekening para petani.

“Pembuatan rekening itu sebagai bentuk transparansi dalam menyalurkan bantuan bibit jagung Hibrida kepada para petani,” katanya,  Kamis (3/8/2017).

Pihaknya berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan dapat mengembangkan hasil pertanian para petani.

”Semoga bantuan yang diterima oleh para petani dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pertanian,” harapnya. (Bahri/Putri)

Sumenep Raih Kembali Piala Adipura Tahun 2017

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Bupati-Sumenep PortalMadura.Com, Sumenep –Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali meraih penghargaan Piala Adipura dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup RI tahun 2017. Piala tersebut diterima langsung oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim dari menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar, di Kantor Kementerian, Rabu (2/8/2017) malam. “Alhamdulillah, Piala Adipura itu diterima sendiri oleh bapak Bupati tadi malam,” terang Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Abdul Kadir, Kamis (3/8/2017). Piala Adipura yang ke empat kalinya sejak kepemimpinan Busyro Karim tersebut merupakan penghargaan yang diberikan kepada daerah yang sukses menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Pemerintah daerah Sumenep menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang ikut serta baik langsung maupun tidak langsung dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota. Lebih-lebih pada pasukan kuning (kebersihan) yang secara terus menerus menjaga kebersihan kota. “Berkat pasukan kuning yang setia dan sigap dalam menjaga kebersihan kota layak untuk mendapat apresiasi,” ujarnya. Ia pun berharap agar masyarakat juga ikut serta menjaga kebersihan, semisal membuang sampah pada tempatnya. (Hartono)

BNN Tembak Mati 2 Penyelundup Sabu 17 Kg di Kalbar

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

50fa6eec-9a67-42b5-b2c4-8628d9bb6670_169
Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap 5 pelaku penyelundupan sabu dari Malaysia di Kalimantan Barat. Dua pelaku ditembak mati karena melawan.
Penangkapan dilakukan di daerah Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalbar, pada Minggu 6 Agustus 2017. Awalnya, ada satu pelaku yang ditangkap. “Menangkan atas nama Ryan dengan barang bukti 17 bungkus sabu di dalam mobil Calya warna hitam. Sabu tersebut dibawa dan diselundupkan dari Malaysia,” kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (7/8/2017). Dari penangkapan itu, BNN kemudian menangkap 4 tersangka lain yang berperan sebagai pemilik dan pengendali. 4 orang itu yakni Cheng Kheng Hoe WN Malaysia, Alaw alias Ape, Alvin dan Tia. “Pada saat pengembangan 2 tersangka berusaha melawan petugas sehingga dilumpuhkan dengan tembakan dan mengakibatkan 2 tersangka atas nama Ahoi WN Malaysia dan Alaw WNI meninggal dunia,” ujarnya. Arman menjelaskan barang bukti berupa 17 kg sabu disita dalam penangkapan ini. “Saat ini kasus masih dikembangkan,” tuturnya. (idh/aan)

Hanya Daerah Penghasil, Pemda Sumenep Tak Bisa Intervensi Atasi Kelangkaan Garam

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Bupati-Sumenep-A-Busyro-Karim PortalMadura.Com, Sumenep – Kelangkaan garam terjadi di semua daerah, termasuk di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada musim kemarau tahun 2017. Salah satu penyebabnya, karena terjadi gagal panen pada tahun 2016 akibat cuaca buruk dan hingga kini petani kehabisan stok garam. “Sejak tahun 2016 stok garam rakyat memang kosong karena terjadi cuaca buruk, ditambah hingga saat ini masih sering terjadi hujan. Akibatnya, stok garam rakyat memang habis,” terang Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Rabu (2/8/2017). Bupati menerangkan, Sumenep menjadi salah satu daerah penghasil garam di Jawa Timur, namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak menyikapi kelangkaan garam yang terjadi beberapa bulan terakhir ini, karena Pemerintah Daerah tidak bisa mengintervensi seperti melakukan pembelian garam. “Kelangkaan garam itu bukan hanya masalah Sumenep, tapi sudah ranahnya nasional. Sumenep hanya dari daerah penghasil garam. Untuk mengatasi kelangkaan garam, memang diperlukan kebijakan dari pemerintah pusat,” tuturnya. Kelangkaan garam yang terjadi saat ini akibat dari cuaca buruk berkepanjangan sejak tahun 2016 hingga sekarang. “Untuk saat ini, panen garam di Sumenep belum bisa dikatakan maksimal, karena masih terganggu cuaca,” katanya. Data di Dinas Perikanan Sumenep, lahan garam rakyat pada tahun ini seluas 2.068 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan, yakni Kalianget, Gapura, Saronggi, Pragaan, Giligenting, Raas, Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. Akibat cuaca tak menentu tersebut, produksi garam rakyat sementara di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini hanya sekitar 850 ton, dari target produksi 368.000 ton. Pada tahun 2016, produksi garam rakyat di Sumenep sebanyak 17.109 ton dari target 260 ribu ton. (Arifin/Putri)

Saat Wali Kota Semarang Beri Tips Sukses pada Anak Sekolah

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Nasional

d5a8022f-3128-4807-88ea-55805101be71_169   Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar berbagi tips dan trik sukses bersama ratusan anak-anak dari SD, SMP, SMA se-Kota Semarang. Berinteraksi langsung dengan anak-anak, Hendrar melontarkan sejumlah pertanyaan dan tantangan berhadiah uang tunai maupun sepeda. Dalam rilis yang diterima dari Pemkot Semarang, Rabu (26/7/2017), anak-anak tersebut mengikuti peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 tingkat Kota Semarang di Taman Budaya Raden Saleh, hari ini. Ika, siswa yang berhasil menjawab pertanyaan nama Wali Kota Semarang, berhasil mendapat sepeda. Sedangkan Salma membawa pulang uang tunai Rp 500 ribu karena berhasil menjawab pertanyaan tanggal peringatan HAN. Sementara itu, Rizki, salah satu siswa dari Kelurahan Kuningan, ditantang untuk mendongeng untuk mendapat uang tunai Rp 500 ribu. Rizki pun berkisah tentang Kancil Mencuri Timun yang dilanjutkan oleh Hendrar dengan kisah lain, yakni Kancil Versus Siput. Melalui dua kisah dongeng tersebut, pria yang akrab disapa Hendi ini menukil pesan moral tentang sifat sombong dan curang dari kancil yang membawa keburukan, kekalahan, serta kesialan. “Dua sifat tersebut tidak boleh dicontoh dan harus dihindari bila adik-adik ingin sukses,” ungkap Hendi. Tak hanya itu, untuk menjadi sukses dan hebat, dibutuhkan anak-anak muda yang berani, kreatif, inovatif, berwawasan luas, dan berkelakuan baik. Selain itu, harus giat menabung. Prestasi di bidang apa pun, baik akademis, atletik, olahraga, maupun seni, pasti akan berguna untuk masa depan. “Kalau ada yang masih berantem, narkoba, tidak usah ikut-ikutan karena akan mengganggu cita-cita. Game dan internet sebagai bagian dari teknologi informasi yang maju harus dikontrol penggunaannya khusus pada hal-hal positif,” imbaunya. Tak bisa dihindari, kemajuan teknologi informasi dan media sosial memberikan kemudahan informasi. Dengan hanya satu kali klik, kita akan memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan di berbagai belahan dunia. Namun, hal ini juga harus diikuti dengan kecerdasan dan kebijakan dalam memanfaatkan media informasi untuk hal-hal yang positif. Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2017 ini mengangkat tema ‘Generasi Hebat, Cerdas dari Media dan Cerdas Bermedia’. Peringatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Hendi. Selain itu, kegiatan diikuti oleh Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD Kota Semarang, Ketua Komisi D, serta Ketua TP PKK, DWP, GOW dan GOPTKI. Dalam kesempatan yang sama, diserahkan pula penghargaan Kota Layak Anak kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan diserahkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Semarang Bambang Suranggono kepada Hendi. Seusai acara, ratusan anak dan tamu undangan mengikuti gerakan minum susu bersama Wali Kota. Kegiatan minum susu ini diprakarsai Dinas Pertanian Kota Semarang. Sicentik, Program Berantas Demam Berdarah Masih banyaknya angka kejadian demam berdarah mendorong PKK Kota Semarang berinisiatif melakukan program Sicentik atau Siswa Cari Jentik. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi saat didapuk menjadi narasumber dalam Pelatihan Kader Jumantik, Rabu (26/7/2017) di gedung Balai Kota, Semarang. Dalam paparannya, Tia menjelaskan program Sicentik dilatarbelakangi dari kenyataan di lapangan bahwa 50 persen penderita DBD adalah anak usia sekolah. Melalui program Sicentik, diharapkan para siswa menjadi lebih paham tentang bahaya demam berdarah, termasuk bagaimana cara pencegahannya. “Di samping memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sekolah tentang bahaya demam berdarah, melalui program Sicentik, kita juga ingin melatih mereka supaya menjadi pelopor hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga masing-masing guna memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk perantara penyakit demam berdarah,” ungkap istri Wali Kota Semarang ini. “Nantinya setiap Minggu para siswa akan melakukan pemantauan jentik di rumah masing-masing. Keesokannya, para siswa akan melaporkan hasil pemantauannya kepada guru untuk nantinya disampaikan kepada Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) Koordinator Kecamatan dan Kota. Dari hasil laporan yang dikumpulkan, oleh Gasurkes kemudian disampaikan kepada Wali Kota Semarang sebagai bahan pertimbangan kebijakan,” jelasnya.
Apresiasi dan dukungan pun diberikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terhadap pelaksanaan program Sicentik yang digagas PKK Kota Semarang. Hendrar mengatakan mengatasi demam berdarah tidak mungkin hanya dengan mengandalkan pemerintah saja. “Anak-anak menjadi sasaran paling banyak dari penyakit demam berdarah, sehingga saya pikir program Sicentik ini sangat efektif guna membangun kesadaran anak-anak mencegah penyebaran penyakit demam berdarah sejak dini,” jelas Hendi. Hendi menambahkan, dengan mengajari anak-anak terlibat langsung dalam pencegahan penyakit demam berdarah, diharapkan akan tumbuh sifat cinta kebersihan dan cinta lingkungan sejak dini. Dengan demikian, sikap hidup bersih sehat dan aware terhadap lingkungan sekitar akan menjadi pola hidup sejak dini yang terbawa hingga dewasa kelak. Kegiatan pelatihan kader Jumantik program Sicentik ini diikuti 260 peserta yang terdiri atas siswa SD dan SMP, guru SD dan SMP, Tim Penggerak PKK kelurahan, TP PKK kecamatan, dan TP PKK Kota Semarang. (ega/nwy)

KPK RI Sosialisasikan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Sumenep

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

Koordinator-Supervisi-Pencegahan-Korupsi-KPK-RI-Tri-Gama-Reva PortalMadura.Com, Sumenep – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi kepada anggota legislatif dan eksekutif di DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (26/7/2017). “Sebelum dilakukan penindakan memang perlu ada pencegahan terlebih dahulu. Sosialisasi seperti ini merupakan salah satu bentuk pencegahan terhadap tindakan korupsi,” ungkap Koordinator Supervisi Pencegahan Korupsi KPK RI, Tri Gama Reva, di Sumenep. Menurutnya, agar terhindar dari tindak pidana korupsi, pemerintah daerah perlu melakukan transparansi perencanaan penganggaran dalam setiap alokasi dana di daerah. Tujuan dari sosialisasi pencegahan tindak pidana itu agar pemerintahan di daerah terhindar dari tindakan yang melanggar aturan. “Selain sosialisasi pencegahan seperti ini, daerah bisa melibatkan aparat penegak hukum di daerah masing-masing dalam setiap kegiatan yang menggunakan anggaran dari pemerintah. Dengan demikian, aparat penegak hukum itu bisa mengarahkan dan memberi tahu apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh,” ujarnya. Sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi di Sumenep ini merupakan pertama kali di Pulau Madura. Namun, bukan berarti di Bumi Sumekar ini merupakan sarang koruptor yang menjadi sasaran KPK. “Ditempatkan di Sumenep ini karena kebetulan pemerintah Kabupaten Sumenep yang pro aktif terhadap kami dalam menggelar sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi. Tidak ada maksud lain dari itu,” tegasnya. Dalam agenda tersebut dihadiri anggota legislatif, eksekutif seperti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bupati Sumenep, A Busyro Karim. (Arifin/Putri)

VIDEO- Wabup Sumenep: Karapan Sapi Jadikan Ajang Pesta Budaya Rakyat

Written by sumenep on . Posted in Artikel JDIH, Berita Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi berharap agar kegiatan lomba karapan sapi tradisional di tahun-tahun berikutnya, mampu menjadi ajang pesta budaya rakyat. “Kami dari pemerintah daerah berharap supaya saat digelar karapan sapi, tidak hanya karapan sapi saja. Tapi dikolaborasikan dengan kesenian dan budaya tradisional lainnya. Paguyuban pecinta karapan sapi kan bisa bekerja sama dengan Dinas Pariwisata. Bisa diagendakan rutin setahun sekali sebagai pesta rakyat,” kata Fauzi, Minggu (16/7/2017). Saat tiba di Lapangan Giling, Wabup Ach. Fauzi dan Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma diarak naik ‘jaran kencak’ (kuda menari: red), diiringi musik saronen (musik tradisional Sumenep: red), dan puluhan penari mengenakan baju khas Sumenep. “Ini penggabungan yang bagus. Kerapan sapi dengan ‘jaran kencak’ dan saronen. Mungkin lain waktu bisa ditambah dengan kesenian tradisional lainnya,” ucap Fauzi. Said Abdullah Menurutnya, karapan sapi merupakan budaya warisan nenek moyang yang harus terus dilestarikan keberadaannya. Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi paguyuban pecinta sapi kerap yang telah menggelar lomba kerapan sapi se- Madura. “Pelestarian berupa lomba-lomba kerapan sapi harus terus diupayakan agar masyarakat juga punya tontonan gratis budaya tradisional Madura,” ujarnya. Pada Minggu (16/07/2017), Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Ach. Fauzi membuka Lomba Kerapan Sapi Tradisional Sumekar Cup se – Madura di Lapangan Kerapan Sapi Giling, Sumenep. Lomba tersebut diikuti 48 pasang sapi dari 4 kabupaten di Madura dan Probolinggo, memperebutkan hadiah berubah 6 unit mobil. “Kami minta agar peserta berlomba dengan sportif. Tidak sekedar melihat hadiah yang disediakan panitia. Karema lomba kerapan sapi ini kan merupakan salah satu cara kita bersilaturahmi antar paguyuban,” pungkasnya. (Hartono)

Hakim Tertangkap Narkoba, MA: Seleksi Diperketat

Written by sumenep on . Posted in Berita Nasional

hakim-1 Jakarta – Jelang seleksi calon hakim 2017, Mahkamah Agung (MA) mengingatkan agar sosok hakim harus bersih dari perbuatan tercela maupun narkoba. Untuk itu MA akan menggandeng BNN dan institusi lain untuk ikut dalam seleksi pendidikan hakim. “Ke depan MA dalam informasi rekrutment calon hakim, itu disyaratkan ada surat keterangan bebas dari narkoba. Ya itu sebagai langkah awal seperti itu. Hakim dinilai harus bersih dari perbuatan tercela, maupun tindak pidana narkoba,” ujar Kabiro Hukum dan HUmas MA, Abdullah kepada detikcom, Selasa (18/7/2017). Menurut Abdullah dalam seleksi awal hakim masih menjadi tanggung jawab Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), calon hakim yang ikut seleksi PNS yang melengkapi dirinya dengan surat keterangan bebas narkoba. “Ini kan masih CPNS, jadi kalau CPNS masih kewenangan BKN dan KemenPAN-RB, belum sampai ke kita nanti kalau sudah usulkan jadi hakim baru itu saatnya,” bebernya. “Ya pada saatnya pihak terkait pemberantasan narkoba (BNN) pasti itu, nah siapa yang punya kewenangan uji narkoba pasti laboratorium ya kan,” pungkas Abdullah menjelaslkan pelibatan institusi BNN dalam seleksi calon hakim. Diberitakan sebelumnya Wakil Ketua PN Liwa, Vivi Purnawati telah mengkonfirmasi penangkapan hakim Firman Affandy oleh Polres Bandar Lampung. Firman diduga terjarin razia narkoba dengan barang bukti sabu dan telah diamankan di Mapolres untuk penyelidikan. (edo/adf)